Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Pique Setia Menanti Fabregas

Jumat, 10 Juni 2011

Reuters Barcelona - Bek Barcelona Gerard Pique terus menanti bergabungnya Cesc Fabregas ke skuad Azulgrana. Jika Cesc tidak datang tahun ini, maka Pique siap menanti untuk tahun depan.

Fabregas kembali menjadi topik pembicaraan memasuki bursa transfer musim panas tahun ini. Seperti halnya tahun lalu, kapten Arsenal itu kembali dikaitkan dengan klub yang sama: Barcelona.

Masih sama seperti tahun lalu, sejumlah pemain Blaugrana ikut berpendapat tentang hal-hal positif apa saja yang akan terjadi bila Fabregas benar-benar berseragam "biru-merah".

"Transfer Cesc adalah urusan Arsenal dan Barcelona, kami tak bisa apa-apa. Tapi Xavi, Cesc, dan saya bakal cocok. Bila dia datang, maka level tim akan bisa lebih baik lagi," kata Andres Iniesta dikutip dari SkySports.

Sementara itu bek Barca Gerard Pique mengatakan dirinya setia menanti Fabregas. "Saya sudah mengatakan bahwa harapan saya adalah dia bermain untuk Barcelona dan harapan saya masih tetap sama," tandas Pique.

"Saya ingin dia ada satu tim dengan saya karena selain dia orang yang baik, dia juga pemain yang luar biasa," lanjut kekasih penyanyi Shakira itu.

"Saya berharap dia ada di sini tahun ini, bila tidak sekarang mungkin tahun depan. Dia bisa memberikan tim ini lebih banyak lagi," kata bek timnas Spanyol itu.

Pique juga berharap agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam hal proses transfer di Barcelona bisa memboyong Fabregas ke Camp Nou.

"Tahun lalu dia sepertinya bakal bergabung, tapi faktanya tidak. Kini sepertinya dia akan bergabung lagi, namun kita harus menunggu. Saya berharap orang-orang di jajaran klub bisa bekerja dengan baik dan kali ini bisa memboyongnya."

"Saya sendiri belum bicara dengan Fabregas akhir-akhir ini. Saya tidak tahu bagaimana permintaan Arsenal dari segi ekonomi klub, namun yang saya tahu adalah dia adalah pemain luar biasa, teman sejati bagi saya, dan dia adalah pemain Barcelona."

"Dia merupakan binaan akademi di sini dan dia tahu tentang kami. Dia bisa tampil dengan sempurna di sini."

Kabar yang beredar, ada indikasi The Gunners menyerah untuk mempertahankan pemain bernomor punggung 4 itu. Namun manajer Arsene Wenger tetap mengingatkan bahwa harga jual Cesc bakal sangat mahal.

FA Sebut Toure Terobsesi dengan Perut

Getty Images London - Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) merilis dokumen berisi penjelasan mengenai hukuman bermain untuk Kolo Toure yang positif doping. Di dalamnya, FA menyebut si pemain Manchester City sudah terobsesi dengan berat badannya sendiri.

Toure saat ini tengah menjalani hukuman larangan bermain sebanyak enam bulan akibat doping. Pemain bertahan asal Pantai Gading itu sudah dicekal sejak awal Maret lalu.

Seperti diwartakan sebelumnya, asal muasal Toure tersandung kasus doping adalah karena ia mengonsumsi sejenis obat pelangsing untuk mengecilkan ukuran perutnya, karena ia merasa kegemukan.

"Konteksnya adalah selama beberapa tahun KT (Kolo Toure) sudah mengalami masalah berat badan. Ia menjadi terobsesi dengan berat badannya dan secara khusus dengan penampilan perutnya," terang FA dalam keterangan yang dikutip ESPN Star.

Dalam keterangan sebanyak 16 halaman, FA lantas memaparkan lebih jauh alasan mereka menjatuhkan hukuman. Toure pada awalnya disebutkan sudah diberi tablet-tablet dimaksud oleh sang istri, Mahoo Toure.

"MT memasukkan water tablet itu ke dalam sebuah paket obat. Pada 29 Januari, ia melakukan lawatan untuk partai babak empat Piala FA melawan Notts County," lanjut keterangan FA.

Paket suplemen itu lantas Toure masukkan ke dalam sebuah tempat dengan label Herbalife. Selanjutnya, Toure mengaku sudah berusaha mencari tahu legalitas obat tersebut termasuk dengan menunjukkannya kepada dokter tim, Dr Jamie Butler, di restoran hotel.

"Saat itu dua staf pelatih MCFC, Attilio Lombardo dan Fausto Salsano, juga berada tak jauh. Menurut ingatan KT, Dr Butler sudah melihat ke dalam tempat paket obatnya, mengangkat isinya dan mengatakan, 'semua yang ada di dalam tempat ini beres'. Tapi bukan itu yang diingat Dr Butler," jelas FA.

Butler memang mengaku kalau Toure sudah memberinya produk "Herbalife" untuk diperiksa di pusat latihan klub, tetapi ia tidak pernah benar-benar melihat paket obatnya.

Laporan FA itu kemudian menyimpulkan bahwa Dr Butler sebenarnya tidak pernah menyatakan bahwa water tablet tersebut aman digunakan Toure.

Kuszczak Kuak Kans Tinggalkan MU

ReutersManchester - Jarang menjadi pilihan utama membuat Tomasz Kuszczak mengungkap rencana untuk meninggalkan Manchester United. Soal masa depan, kiper asal Polandia itu mengatakan masih ingin bermain di klub Inggris.

Kuszczak bergabung ke MU pada tahun 2006 dengan status pinjaman dari West Bromwich Albion. Satu tahun berselang, The Red Devils memboyong kiper kelahiran 20 Maret 1982 itu secara permanen.

Namun Kuszczak gagal menjadi pilihan utama manajer Sir Alex Ferguson. Musim 2010/2011 silam ia hanya turun 11 kali di laga resmi.

Bila dirata-rata, penampilan Kuszczak selama berseragam MU tidak sampai 15 kali per musimnya.

Kondisi ini membuat dia mengungkap rencana untuk meninggalkan Old Trafford. "Saya belum bicara dengan Alex Ferguson tentang hal ini. Dia tak pernah mengatakan apa-apa kepada saya. Saya tak tahu apakah saya bisa bertahan di sini atau tidak," ujar Kuszczak di Sky Sports.

Untuk musim depan kiper berusia 29 tahun itu kemungkinan juga kembali tak menjadi anggota tim inti. Tindakan The Red Devils yang masih mencari kiper baru untuk menggantikan Edwin Van der Sar yang pensiun mengindikasikan bahwa Kuszczak harus kembali menjadi penghuni bangku cadangan.

Kiper bertinggi 1,91 meter itu memang belum merinci masa depannya, namun sudah memberikan gambaran secara umum tentang rencana dia.

"Ada beberapa tawaran yang datang kepada saya, kita lihat nanti seperti apa perkembangannya."

"Saya pikir saya akan tetap bermain di Inggris. Saya sudah berada di negara ini selama tujuh tahun dan orang-orang di sini tahu apa yang bisa saya lakukan," tutup dia.

Kabar yang beredar, Kuszczak akan bergabung dengan West Brom, tim yang dia perkuat tahun 2004-2007.

George Graham Lebih Baik dari Arsene Wenger

(Getty Images/Ben Radford) London - Eks kapten Arsenal Tony Adams membandingkan dua manajer yang bekerja dengannya di London utra. Di antara George Graham dan Arsene Wenger, nama pertama ia nilai lebih baik. Dalam hal apa?

Graham adalah arsitek Arsenal 14 Mei 1986 hingga 21 Februari 1995. Ia dipecat oleh The Gunners setelah ketahuan menerima pembayaran ilegal sebesar 425 ribu poundsterling dari agen pemain Norwegia, terkait dengan perekrutan John Jensen dan Pal Lydersen. Ia juga dikenai sanksi oleh FA selama setahun atas kasus tersebut.

Selama menukangi tim Gudang Peluru, Graham mempersembahkan total tujuh gelar, di antaranya satu Piala Winners dan dua kali juara Liga Inggris (sistem lama).

Selepas pemecatan Graham, tercatat sejumlah nama yang menukangi Arsenal dalam kurun waktu satu setengah tahun, baik yang berstatus caretaker maupun manajer penuh. Mereka adalah Stewart Houston, Bruce Rioch, dan Pat Rice.

Baru pada Oktober 1996, Arsenal menjatuhkan pilihan kepada Wenger. Pria Prancis itu masih menjadi arsitek tim "Gudang Peluru" hingga saat ini.

Di bawah asuhan Wenger, satu hal yang identik dengan Arsenal adalah tim ini hampir selalu berhasil mengorbitkan pemain bintang. Dalam beberapa musim terakhir, racikan Wenger berhasil menyulap para pemain muda yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi bintang.

Namun begitu Tony Adams menilai bahwa Wenger masih kalah dari Graham dalam hal kemampuan.

"Tanpa bermaksud tak menghormati Arsene, namun kualitas George, struktur pertahanan, dan kemampuan teknis dia, bagi saya jauh lebih baik," ujar Adams dikutip dari Daily Mail.

"Saya bukannya bersikap tidak adil pada Arsene, namun memang itulah kekuatan George. Banyak yang bilang pelatih adalah pencuri terbaik dan saya pikir George mencurinya dari Terry Venables," kata pemain Arsenal kurun 1983-2002 itu.

Sementara apa nilai lebih Wenger di mata Adams? "Saya pikir Arsene Wenger adalah fisiolog dan psikolog yang luar biasa. Itu adalah segi di mana dia memiliki keahlian. Dia merupakan orang yang menyenangkan dan dia mendapatkan respek dari semua pemain yang pernah bekerja bersamanya," tuntas pria yang kini melatih klub di Azerbaijan itu.

Impian Anak-anak Papua Menjebol Gawang Arsenal

(detiksport/Lauren) Jayapura - Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Jayapura, Jumat (10/6/2011) sore pecah oleh sorak sorai ratusan anak-anak. Mereka yang rata-rata berusia 14 tahun, melompat dari tempat duduk begitu namanya dipanggil, tanda lolos tahap berikutnya seleksi Timnas Garuda.

"Yes, saya lolos!" teriak Almiron, salah seorang peserta seleksi bibit unggul pesebak bola nasional yang diselenggarakan DPP Partai Demokrat bekerja sama dengan Soccer School Indonesia Arsenal.

Almiron adalah satu dari 350 anak yang lolos tahap awal seleksi Timnas Garuda. Jumlah pendaftar Timnas Garuda di Bumi Cenderawasih itu mencapai 1200 orang. Esok harinya, Almiron dan kawan-kawan akan mengikuti tahap seleksi berikutnya, untuk bisa terbang ke Jakarta.

“Kami menyaring 4 anak untuk dilatih di Jakarta,” kata Barnas Kamora dari Fastcomm, konsultan komunikasi Partai Demokrat.

Jayapura adalah kota keempat dari sembilan kota yang menjadi tempat penjaringan bibit muda pesepak bola nasional ini. Sebelumnya, penjaringan sudah dimulai di kota Bandung, Palembang dan Makassar. Selanjutnya, penjaringan akan dihelat di kota Semarang, Malang, Medan, Balikpapan dan terakhir ditutup Jakarta.

"Kami pilih Papua karena begitu banyak potensi anak-anak muda Papua, terbukti Persipura berhasil menjuarai ISL tahun ini," kata Barnas.

Dia menjelaskan, 4 anak yang terjaring di Papua akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti coaching clinic bersama 32 anak dari 8 kota yang lain. Nah, 18 anak atau setengahnya yang terjaring mempunyai kesempatan untuk bertanding melawan tim Arsenal FC junior di London akhir Oktober mendatang.

"Kami siap menjebol gawang Arsenal," teriak Almiron bersama kawan-kawannya meneriakkan slogan Timnas Garuda.

Jules Onana, penasihat dari Soccer School Indonesia Arsenal, menilai anak-anak Papua mempunyai bakat bermain sepakbola. Namun, katanya, bakat saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang menjadi pemain sepakbola nasional.

"Harus punya kemampuan teknis yang memadai," kata Jules, mantan pemain timnas Kamerun tahun 1988-1995 ini.

Besok, di lapangan di dekat danau Sentani itu, empat anak berbakat terbaik dari bumi Cenderawasih akan ditentukan. Mereka akan berusaha keras untuk lolos seleksi demi sebuah impian terbang ke Jakarta, dan tentunya ke London.

LPI: Putaran Kedua Mulai 17 September

Beritabola.com Jakarta - Menjawab banyak pertanyaan kapan Liga Primer Indonesia akan kembali bergulir, pihak penyelenggara kompetisi menetapkan bahwa putaran kedua akan dilangsungkan mulai 17 September.

Demikian keterangan LPI yang diperoleh redaksi detiksport, Jumat (10/6/2011) petang. Dari seharusnya Sabtu (11/6) besok, setelah putaran pertama selesai pada 28 Mei, putaran kedua dimundurkan sampai pertengahan September.

Dalam penjelasannya, ada tiga pertimbangan mendasar yang membuat jadwal LPI mundur. Pertama, terkait instruksi FIFA kepada PSSI melalui Komite Normalisasi untuk merangkul LPI, setelah sempat dinyatakan ilegal oleh PSSI di era Nurdin Halid. Korespondensi antara LPI dan KN telah terjalin.

Kedua, imbauan FIFA agar PSSI mengakui LPI secara resmi, sudah dilakukan Komite Normalisasi pada 11 April lalu. Namun, keputusan itu masih perlu ditindaklanjuti oleh pengurus baru PSSI yang menunggu hasil Kongres PSSI.

Pertimbangan ketiga, memenuhi harapan pemerintah agar klub-klub profesional tidak lagi menggunakan dana APBD mulai tahun 2012. Hal inini terkait dengan keluarnya Permendagri Nomor 22 Tahun 2011 yang melarang dana APBD disalurkan untuk klub sepakbola profesional.

Peraturan yang diterbitkan pada 23 Mei 2011 itu berlaku efektif mulai 1 Januari 2012. LPI menyambut gembira kebijakan pemerintah ini karena satu visi dengan ikhtiar membangun liga profesional dan mandiri sesuai ketentuan FIFA dan AFC seperti yang saat ini dilakukan LPI.

Dari berbagai pertimbangan itulah maka LPI tetap menjalankan kompetisinya sesuai rencana. Saat ini LPI semua sedang mengikuti proses berlangsungnya perubahan di tubuh PSSI, termasuk setelah dirangkul oleh PSSI (melalui Komite Normalisasi pada 11 April).

"Kami juga sudah melakukan korespondensi dengan Komite Normalisasi untuk menanggapi permintaan informasi seputar penyelenggaraan LPI. Tapi, keputusan akhirnya 'kan kita semua tetap menunggu lanjutan hasil Kongres PSSI yang akan menetapkan kepengurusan baru PSSI," jelas Juru Bicara LPI Abi Hasantoso.

Selain itu, lanjut Abi, "LPI harus membuka diri terhadap kemungkinan-kemungkinan yang timbul berkaitan dengan kebijakan pemerintah mengenai klub-klub liga profesional yang tidak boleh lagi menggunakan dana APBD mulai tahun 2012."