Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Impian Anak-anak Papua Menjebol Gawang Arsenal

Jumat, 10 Juni 2011

Share this history on :
(detiksport/Lauren) Jayapura - Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Jayapura, Jumat (10/6/2011) sore pecah oleh sorak sorai ratusan anak-anak. Mereka yang rata-rata berusia 14 tahun, melompat dari tempat duduk begitu namanya dipanggil, tanda lolos tahap berikutnya seleksi Timnas Garuda.

"Yes, saya lolos!" teriak Almiron, salah seorang peserta seleksi bibit unggul pesebak bola nasional yang diselenggarakan DPP Partai Demokrat bekerja sama dengan Soccer School Indonesia Arsenal.

Almiron adalah satu dari 350 anak yang lolos tahap awal seleksi Timnas Garuda. Jumlah pendaftar Timnas Garuda di Bumi Cenderawasih itu mencapai 1200 orang. Esok harinya, Almiron dan kawan-kawan akan mengikuti tahap seleksi berikutnya, untuk bisa terbang ke Jakarta.

“Kami menyaring 4 anak untuk dilatih di Jakarta,” kata Barnas Kamora dari Fastcomm, konsultan komunikasi Partai Demokrat.

Jayapura adalah kota keempat dari sembilan kota yang menjadi tempat penjaringan bibit muda pesepak bola nasional ini. Sebelumnya, penjaringan sudah dimulai di kota Bandung, Palembang dan Makassar. Selanjutnya, penjaringan akan dihelat di kota Semarang, Malang, Medan, Balikpapan dan terakhir ditutup Jakarta.

"Kami pilih Papua karena begitu banyak potensi anak-anak muda Papua, terbukti Persipura berhasil menjuarai ISL tahun ini," kata Barnas.

Dia menjelaskan, 4 anak yang terjaring di Papua akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti coaching clinic bersama 32 anak dari 8 kota yang lain. Nah, 18 anak atau setengahnya yang terjaring mempunyai kesempatan untuk bertanding melawan tim Arsenal FC junior di London akhir Oktober mendatang.

"Kami siap menjebol gawang Arsenal," teriak Almiron bersama kawan-kawannya meneriakkan slogan Timnas Garuda.

Jules Onana, penasihat dari Soccer School Indonesia Arsenal, menilai anak-anak Papua mempunyai bakat bermain sepakbola. Namun, katanya, bakat saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang menjadi pemain sepakbola nasional.

"Harus punya kemampuan teknis yang memadai," kata Jules, mantan pemain timnas Kamerun tahun 1988-1995 ini.

Besok, di lapangan di dekat danau Sentani itu, empat anak berbakat terbaik dari bumi Cenderawasih akan ditentukan. Mereka akan berusaha keras untuk lolos seleksi demi sebuah impian terbang ke Jakarta, dan tentunya ke London.
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : youremail@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 komentar:

Posting Komentar