Meski pertandingan berlangsung Senin (9/5), namun dipastikan animo masyarakat cukup tinggi karena mereka tak ingin absen menonton laga yang dianggap sebagai berkah bagi Persebaya 1927 itu. Ya, meski menjadi tim tamu, namun laga yang berlangsung di Stadion Gelora 10 Nopember layaknya menjadi laga kandang bagi klub Kota Buaya itu.
“Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya 1927 mencetak sekitar 27.000 tiket berbagai kelas,” ungkap Sutrisno, Ketua Panpel Persebaya 1927. Selain itu, kini panpel juga menyediakan untuk kelas elemen suporter. Hal ini sesuai dengan permintaan beberapa pengurus elemen suporter dalam pertemuan dengan manajemen Persebaya 1927, beberapa waktu lalu.
Dengan demikian, untuk pertandingan Solo FC vs Persebaya 1927, panpel menyediakan 500 lembar tiket VIP seharga Rp 100.000. Kemudian 1.500 lembar tiket kelas utama dengan harga Rp 50.000. Untuk ekonomi umum disediakan 20.000 lembar dengan harga Rp 20.000. Sedangkan untuk elemen suporter dengan harga Rp 18.000 sebanyak 5.000 lembar.
Sementara itu, Toto Supriyanto mengatakan, suporter Solo FC yang bernama Pasoepati diminta untuk tidak datang ke Surabaya menyaksikan laga ini. “Ini karena tidak ada proteksi terhadap mereka selama di sana,” ujar Manajer Tim Solo FC itu. Namun, bila ada individu yang nekad datang ke Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, pihaknya tak bisa mencegah. “Kalaupun mereka pergi ke sana, saya himbau agar tidak mengenakan atribut pendukung Solo FC,” jelas Toto. Yang jelas, pihak Solo FC tak pernah mengkoordinir pendukung tim untuk datang ke Surabaya.
Di sisi lain, Sutrisno mengatakan, pihaknya siap menerima suporter Pasoepati asalkan ada koordinasi dengan pihaknya. “Nanti kalau ada di sini, kami akan siapkan pihak keamanan,” ungkapnya. Namun, sejauh ini belum ada koordinasi soal jadi tidaknya suporter Pasoepati datang ke Surabaya. Panpel sendiri menyiagakan sekitar 1.500 petugas keamanan berbagai unsur, baik dari Polri dan TNI. (Rizki Daniarto)
0 komentar:
Posting Komentar